Translate

Jumat, 04 Mei 2012

Mumi Kucing Digunakan untuk Persembahan

Penelitian terbaru mengungkapkan dua ribu tahun silam, ada seseorang yang mendapatkan mumi kucing dari peternak. Mumi tersebut kemudian digunakan sebagai korban untuk Dewi Bastet.

Mumi kucing yang dijadikan objek penelitian berasal dari Egyptian Collection milik National Archeological Museum di Parma, Italia. Mumi tersebut dibeli oleh museum dari kolektor di abad ke-18. Karena diperoleh dengan cara tersebut, tidak ada dokumentasi apapun tentang darimana mumi berasal.

Diwartakan Msnbc, Jumat (13/4/2012), di Mesir antara 332 dan 30 sebelum masehi, kucing dibiakkan dekat kuil khusus untuk dijadikan mumi dan persembahan.

Mumi kucing umunya berasal dari periode tersebut. Terutama mumi anak-anak kucing. "Anak kucing berusia 2 sampai 4 bulan dikorbankan dalam jumlah besar karena mereka lebih cocok untuk mumifikasi," tulis para peneliti dalam makalah yang dipublikasikan di Journal of Feline Medicine and Surgery.

Para peneliti melakukan radiograf pada mumi untuk melihat bagian bawah pembungkus. Mereka menemukan kucing tersebut sebenarnya masih anak kucing berusia sekira 5 atau 6 bulan.

"Fakta bahwa kucing itu masih muda menunjukkan asal-usulnya sebagai salah satu kucing yang dibiakkan khusus untuk membuat mumi," kata peneliti sekaligus profesor di University of Parma, Giacomo Gnudi.

Kucing tersebut dibungkus ketat dan ditempatkan dalam posisi duduk sebelum dijadikan mumi. Posisinya mirip kucing duduk yang digambarkan dalam hieroglif. Agar kucing itu hanya menempati sedikit ruang, pembalsem meretakkan beberapa tulang, termasuk tulang punggung di dasar tulang belakang dan tulang rusuk.

"Pembungkus mumi memiliki pengaturan yang rumit dengan berbagai pola geometris. Mata mumi digambarkan dengan tinta hitam pada bulatan linen kecil," tulis para peneliti.link


Tidak ada komentar:

Posting Komentar