Translate

Sabtu, 15 September 2012

Jerawat, Pencet atau Diamkan?

KITA sering mendengar larangan untuk tidak memencet jerawat. Namun, tak sedikit dari kita yang mengabaikannya dan tetap memencet jerawat. Apakah Anda salah satunya? Berikut penjelasan dari Jeanine Downie B MD, ahli dermatologi YouBeauty dan Direktur Image Dermatology di Montclair, tentang efek memencet jerawat.

Jerawat muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ada yang ujungnya hitam, putih, benjolan merah lembut atau merah besar. Apapun bentuk jerawat, kita pasti sangat tergoda untuk memencetnya. Jangan! Kenapa? Sebab, memencet jerawat tidak akan benar-benar membuatnya hilang, bahkan biasanya malah memperparah dan meninggalkan bekas luka. Atau lebih buruk lagi, Anda bisa berakhir dengan infeksi kulit.

Penyebab munculnya jerawat bervariasi dan kompleks. Bisa karena riwayat keluarga, hormon, dan stres. Pada dasarnya, jerawat terbentuk ketika sebum, minyak alami kulit, akan terperangkap di bawah permukaan kulit. Ini dapat bercampur dengan sel-sel kulit mati dan membentuk plug disebut komedo atau mungkin bereaksi dengan P. acnes, bakteri yang ditemukan dalam folikel rambut, sehingga memicu peradangan.

Bila Anda memencet jerawat, Anda akan memaksa plug yang keras untuk keluar sehingga merobek kulit Anda. Saat menekan, Anda juga menempelkan kotoran dan bakteri dari jari-jari ke wajah dan ke jerawat, yang mungkin menjadi merah dan terinfeksi.

Dermatologis dapat melakukan ekstraksi yaitu menggunakan alat untuk membuka blokir pori-pori tersumbat. Untuk keamanan, dermatologists menggunakan peralatan steril, memakai sarung tangan dan membersihkan daerah dengan tisu alkohol.

Ada banyak cara untuk mengobati dan mencegah jerawat, mulai dari pengunaan produk yang mengandung exfoliant kimia dan agen antibakteri seperti asam salisilat, benzoil peroksida, dan retinol atau obat resep dan prosedur dokter kulit termasuk kulit glycolic dan laser atau pengobatan ringan. Dengan begitu, Anda tak akan menggunakan tangan sendiri untuk mengatasi jerawat.link

Tidak ada komentar:

Posting Komentar